Air terjun atau curug Dengdeng ini terletak di Desa Cogreg, Kecamatan Cikatomas, Tasikmalaya, Jawa Barat. Memiliki 3 tingkatan yang cukup lebar yang dialiri sungai Cikembang dari Gunung Raja di hulunya.
Minggu (24/02/2013) berdua dengan istri memulai perjalanan dari Malangbong, Garut berbekal koordinat yang saya dapatkan dari hasil trace sungai Cikembang di GMap beberapa hari lalu.
Awalnya tidak cukup yakin yang akan ditemukan nantinya adalah curug Dengdeng ini, namun di peta online tersebut saya cukup yakin akan menemukan air terjun yang cukup besar.
Perjalanan hingga jalan Raya Cikatomas cukup lancar melewati jalur berliku dari Manonjaya menuju Salopa. Tiba di Cikatomas langsung belok kiri menuju Desa Tawang setelah SPBU satu-satunya yang ada di kecamatan ini.
Tidak banyak informasi yang saya dapatkan sebelumnya dari warga sekitar Cikatomas. Namun saya cukup dapat info jalur yang harus saya lewati menuju Desa Tawang yang menurut peta cukup dekat dengan lokasi.
Jalan menuju Desa Tawang hingga ke lokasi cukup berat, jarak yang kurang dari 10 KM saja harus rela ditempuh hampir 40 menit perjalanan yang melelahkan.
Memasuki Desa Tawang nantinya kita akan sedikit disuguhi aspal mulus. Namun jangan langsung melampiaskan kekecewaan di jalan sebelumnya di jalan ini jika tidak ingin terlewat makin jauh.
Segeralah bertanya kepada penduduk sekitar, petunjuk yang belum ada akan terus menyembunyikan keindahan curug ini dan tentunya bagi si pemalu akan cukup sulit bertemu dengannya.
Dari jalan utama, lanjut belok kiri lagi memasuki hutan yang cukup rindang namun tidak terlalu lebat. Sebagian jalan sudah berupa semen, hingga memasuki peternakan ayam warga jalanan tanah merah selanjutnya akan lebih mendominasi.
Karena jalurnya sudah semakin mengerikan, akhirnya motor dititipin di sekitar peternakan. Selanjutnya saya dan istri lebih memilih jalan kaki. Tak lebih dari 30 menit akhirnya perjuangan yang cukup berat ini mulai menampakkan hasil.
Rasanya ingin segera nyebur menikmati segarnya air terjun ini. Seketika rasa lelah berubah menjadi rasa takjub. Nusantara kita ini gak habisnya untuk selalu dinikmati kawan.
Tak sabar, segera turun ke tingkat pertama. Namun karena mungkin masih jarang yang ke sini, akses turun juga cukup sulit. Butuh ekstra hati-hati turun dari sisinya.
Begitu berhasil tiba di bawah, curug di tingkat pertama ini langsung pamer keindahannya.
Tingkatan selanjutnya akan lebih curam, jika ingin turun lagi sebaiknya lebih waspada batunya sebagian cukup licin serta di beberapa bagian juga terdapat lobang-lobang batu yang cukup dalam.
Sayang sekali saya gak bisa menatap curug ini dari paling bawah, selain akses yang cukup sulit juga jalan cukup jauh melewati sawah penduduk yang langsung diairi dari curug ini.
Sempat sedikit mencoba, namun harus dibatalkan setelah cukup capek menuruni bukit dan menemukan jalan buntu.
Namun bagi yang tidak sanggup turun lebih jauh ke bawah seperti saya yang salah jalan. Masih bisa menikmati hampir keseluruhan curug dari sekitar sawah.
Lebih dari satu jam berada di sini, sangat puas akhirnya bisa juga langung menatap keindahannya begitu dekat.
Awan pun sudah mulai tampak berubah warna menjadi lebih gelap. Pertanda saatnya kembali ke pemukiman jika tidak ingin perjalanan pulang lebih berat lagi.
Tertarik mencoba menjelajah ke curug ini? Silahkan kawan disamperin koordinat ini S7° 38′ 30.0474″, E108° 19′ 27.246″. Selamat berpetualang.
Curug Dengdeng on Google Maps













attar sarupo2 huida dohot sappuran dapparan bah,
tapi memang kalah banyak, hehehe
http://morahertanto.wordpress.com/2008/10/24/air-terjun-%e2%80%93-sampuran-damparan-oleh-oleh-pulkam/
Mirip dikitlah kawan
sepertinya saudara jauh
curug deng deng emang keren.. boleh ikut berbagi juga kan kakak?
http://renifatmasari.blogspot.com/2012/07/tasik-ciamis-5-curug-dengdeng.html
terima kasih juga sudah mau berbagi.
curugnya emang keren banget ya
wah keren banget mas..
betul mas, tempatnya emang kereng banget
sangat keren sekali………ternyata .. karek apal….
kapan mau ke sana kang
wahh air terjunnya kok mirip mirip niagara versi mini yaa… baru tau… trims ulasannya
niagara mini versi nusantara
Aaaaa jalannyaaaa… jalannyaaaa… Gilak! Offroad itu mah.
Tapi keren yaaaa
offroad-nya sedikit kok sis
kalau mau jalan kaki cuma sekitar 1 jam kok dari jalan utama
Ebuseeeet jalan kaki 1 jam itu mah lumayan banget!
) haha
betul sis, lumayan menguras keringat
Bagus ya tempatnya…, sayangnya jalannya offroad begitu..
http://lexyleksono.wordpress.com/2013/03/06/touring-surabaya-jimbaran-(2)/
tempatnya belum banyak yang tau om
jalannya juga masih dana dari swadaya masyarakat untuk akses ke lahan pertanian mereka
semoga saja suatu saat pemdanya tertarik mengembangkannya jadi objek wisata.
Keren yaaa, meskipun pendek2 ketinggian nya
tingkat paling atas sekitar 3 meter mas
yang lain tingkatannya lebih mendekati garis diagonal
Mas, jalanan buat mobil aman ngak ?????
kalau bawa mobil, lebih baik parkirnya di desa Tawang saja mas
lahan parkir terbatas jika dibawa hingga ke peternakan.
dari desa Tawang jalan kaki sekitar 2 KM ke curug
jalur hingga Tawang masih cukup layak dilewati mobil kok
tapi tidak untuk mobil jenis sedan ya mas
Ada ojek setelah itu ??? atau mesti jalan kaki beneran ?? aku minggu ini rencana mau ke garut tasik haha
yang mangkal khusus untuk yang mau ke curug gak ada
pengunjung dari luar desa masih dikit mas
tapi kalau dari cikotomas ke tawang sih masih banyak ojeg
oh ya, kalau mau ke sana
sesudah masuk cikatomas, tanya arah ke desa Tawang saja
kalau nanya curug banyak yang gak tau
nanti di desa Tawang baru nanya arah curug dengdeng
Ok mas … Bismillah semoga nyampe hahaha
air terjunnya benar-benar dahsyat memukau…luarbiasa
Kapan-kapan aye ikut merusuh dong Bang Hendri….
yuk om, kapan2 bareng ya
keran banget apalagi sawah sekitarnya bikin pemandangan tambah asri euy…
aih.. ternyata di Tasik ada curug keren O.O
mangstab (y)
mampir-mampir bang di http://deathox.wordpress.com
sebenarnya masih ada curug dengan nama sama di tasik yang tidak kalah keren